BANTUL -- Aula Kaca, Kompleks Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari dipenuhi oleh puluhan Pramuka utusan dari berbagai Kwartir Cabang se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu, 18 April 2026.
Para peserta, termasuk perwakilan aktif dari (Kwartir Cabang) Kwarcab Bantul Gerakan Pramuka Bantul, berkumpul untuk mengikuti sarasehan yang menjadi puncak peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia ke-114.
Kegiatan inti sarasehan diisi dengan sesi diskusi dan bincang hangat bersama dua narasumber luar biasa, yakni Kak GKR Bendara (cucu Sri Sultan Hamengku Buwono IX) dan Kak Choirul Agus Mantoro, Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY.
Dipandu Kak Shavitri Nurmala Dewi (Evie) selaku Andalan Daerah, sarasehan ini menghasilkan diskusi hangat bersama peserta. Kak GKR Bendara memberikan pesan mendalam mengenai nilai budaya "Ewuh Pekewuh" (rasa segan/etika) yang sangat relevan bagi Pramuka di era modern. Ia menekankan pentingnya memahami batasan etika.
"Kita harus tahu batasan dalam ewuh pekewuh. Kita perlu memiliki rasa segan kepada orang lain sebagai bentuk penghormatan, namun di sisi lain, kita juga harus menjaga integritas diri sehingga orang lain pun menaruh rasa segan yang sehat terhadap kita," ujarnya.
Sementara Kak Agus Mantoro menyampaikan pentingnya menjaga budaya di zaman yang serba cepat, serba maju, penuh dengan perkembangan teknologi informasi saat ini.
Sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan atas jasa-jasa Sri Sultan Hamengku Buwono IX, acara dilanjutkan dengan prosesi potong tumpeng. Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan tekad untuk terus menyatukan langkah dalam menguatkan arah gerakan Pramuka.
Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan momen renungan bersama yang dipimpin langsung oleh Ketua Kwarda DIY, Kak GKR Hayu. Dalam suasana yang khidmat, para peserta diajak untuk meresapi kembali jiwa pengabdian dan keteladanan Sang Bapak Pramuka Indonesia.
Melalui sarasehan ini, diharapkan seluruh kader Pramuka dapat semakin teguh dalam melangkah dan memiliki arah yang jelas, sesuai dengan tema yang diusung: "Meneguhkan Keteladanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menyatukan Langkah Menguatkan Arah Gerakan."




0 Komentar