SLEMAN -- Malam dingin di Bumi Perkemahan Candi Banyunibo berubah menjadi hangat dan penuh makna dalam kegiatan Api Unggun Perkemahan Bakti Ambalan Diponegoro – Nyi Ageng Serang (Pertisera) #2 Tahun 2026, yang dilaksanakan pada pukul 20.30 WIB hingga selesai di lapangan utama.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta kemah, sangga kerja, serta para pembina, menciptakan suasana kebersamaan yang kuat dalam balutan nilai-nilai kepramukaan.
Prosesi api unggun dipimpin oleh Wakil Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan Pangkalan SMK Negeri 1 Bantul, Kak Tatik Wardayati, S.Pd., yang dengan penuh khidmat membuka rangkaian kegiatan. Dalam amanatnya, Kak Tatik menyampaikan pesan yang menggugah semangat seluruh peserta.
“Kobarkan semangat kalian seperti nyala api unggun yang tak pernah padam. Jadilah pribadi yang memiliki semangat membara dalam belajar, berlatih, dan mengabdi. Api unggun ini bukan sekadar simbol, tetapi pengingat bahwa dalam diri setiap Pramuka harus selalu menyala tekad, keberanian, dan ketangguhan untuk menghadapi segala tantangan,” ujarnya.
Kak Tatik juga menegaskan bahwa semangat kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan api unggun berlangsung dengan khidmat dan sarat makna, diawali dengan pengucapan motto Gerakan Pramuka yang menggema penuh semangat. Suasana semakin sakral saat 10 api Dasa Darma dinyalakan secara simbolis, mewakili setiap butir nilai luhur dalam Dasa Darma Pramuka, yang menjadi pedoman sikap dan perilaku setiap anggota.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Api Unggun, amanat sesepuh api unggun, serta doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan untuk kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Setelah prosesi inti selesai, suasana berubah menjadi lebih semarak dalam kegiatan “Malam Amdisera Berpijar” (Pentas Seni). Berbagai penampilan dari peserta menambah kehangatan malam, mempererat kebersamaan, serta menjadi ajang ekspresi kreativitas dan bakat.
Api unggun Pertisera #2 Tahun 2026 bukan sekadar tradisi, melainkan simbol persatuan, semangat, dan jiwa kepramukaan yang terus menyala dalam diri setiap peserta.
Diharapkan, semangat yang telah dikobarkan malam itu dapat terus terjaga, menginspirasi, dan menguatkan langkah generasi muda untuk menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter, dan siap mengabdi bagi bangsa dan negara.



0 Komentar