BANTUL -- Suasana khidmat pada Rabu, 8 April 2026 menyelimuti lapangan utama perkemahan di Gondang 2 Indah saat prosesi penyulutan api unggun PERSMASADA XIII dimulai.
Malam puncak kegiatan ini menjadi momen yang paling dinanti oleh seluruh peserta, sekaligus simbol semangat kepramukaan.
Api unggun diawali dengan upacara adat ambalan. Lima petugas yang melambangkan nilai-nilai Pancasila bergerak perlahan menuju tumpukan kayu di tengah lapangan.
Dalam suasana hening, sesepuh api unggun mengucapkan petuah, “Hamemayu Hayuning Bawana, Ambrasta Dur Hangkara.”
Kemudian, “Uruping Panca Utama” ditandai dengan turunnya api dari atas sebagai simbol cahaya kehidupan dan tuntunan nilai luhur.
Saat api menyentuh kayu, kobaran mulai membesar, diiringi sorak sorai dan tepuk tangan para peserta yang memecah dinginnya malam. Teriakan semangat menyanyi pun menggema, “Api, api, kita sudah menyala!”
Dalam amanatnya, Kak Marwanto menyampaikan bahwa api memiliki filosofi mendalam dalam kehidupan manusia.
Api dapat menjadi sumber manfaat apabila digunakan dengan penuh tanggung jawab dan kearifan, seperti untuk memasak atau memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, api juga dapat menjadi sumber kehancuran jika tidak dikendalikan.
Ia menekankan makna dari ungkapan “Ambrasta Dur Hangkara”, yaitu upaya memusnahkan sifat angkara murka dalam diri. Emosi yang tidak terkendali dapat memunculkan kesombongan dan sikap negatif lainnya.
Oleh karena itu, setiap anggota pramuka diharapkan mampu mengendalikan diri, berpikir jernih, serta bersikap arif dalam setiap tindakan.
Lebih lanjut, nilai-nilai tersebut selaras dengan pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka. Nilai ini menjadi pedoman agar setiap pramuka tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, disiplin, dan berbudi luhur.
Kegiatan api unggun ini bukan sekadar perayaan, melainkan sarana refleksi diri dan penguatan karakter bagi seluruh peserta Persmasada XIII.
Kobaran api yang menyala menjadi simbol semangat yang tak padam, persatuan yang kokoh, serta tekad untuk menjadi generasi penerus bangsa yang lebih baik.
Acara malam puncak kemudian dilanjutkan dengan pentas seni yang menampilkan kreativitas dan bakat para peserta, menambah semarak suasana kebersamaan di bawah cahaya api unggun.
Sementara itu, rangkaian kegiatan Persmasada XIII pada keesokan harinya akan melalui kegiatan jelajah alam yang menjadi sarana melatih ketangguhan, kerja sama, dan kecintaan terhadap lingkungan.



0 Komentar