BANTUL -- Menuju Kemah Budaya 2026 pangkalan SMKN 1 Sewon, latihan rutin yang dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026 diisi dengan materi praktik mendirikan tenda.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota Ambalan Diponegoro- RA Kartini di lapangan sekolah, didampingi oleh kakak-kakak dari Dewan Ambalan.
Nampak para peserta latihan rutin melaksanakan kegiatan ini dengan penuh semangat. Mereka mendalami lagi bagaimana mendirikan tenda dan langsung melakukan praktik di lapangan.
Sebagaimana diketahui bahwa tenda adalah "rumah" bagi pramuka selama di bumi perkemahan. Kemampuan mendirikan tenda yang kuat bukan hanya soal estetika, melainkan tentang keselamatan dan kenyamanan.
Tenda yang kokoh harus memiliki tarikan tali yang presisi dan posisi pasak yang tepat (kemiringan 45 derajat). Hal ini krusial agar tenda mampu bertahan dari terpaan angin maupun hujan yang mungkin terjadi selama Kemah Budaya nanti.
Para peserta latihan diajak untuk memahami fungsi setiap komponen, mulai dari tiang penyangga yang lurus hingga kekencangan tali yang merata, guna memastikan tenda berdiri tegak sempurna dan tidak mudah roboh.
Di balik kokohnya sebuah tenda, terdapat kerja keras sebuah tim yang disebut Sangga. Mendirikan tenda adalah ujian nyata bagi kepemimpinan dan komunikasi antar-anggota.
Anggota Sangga belajar untuk berbagi peran, siapa yang memegang tiang, siapa yang menarik tali, dan siapa yang memukul pasak. Latihan ini menegaskan anggota untuk mendengarkan instruksi pimpinan sangga.
Selain itu, saat menemukan kendala seperti tanah yang keras atau tali yang kurang panjang, anggota sangga dituntut untuk berpikir kreatif secara kolektif.
Melalui praktik ini, kerja sama tim tumbuh secara alami. Tidak ada tenda yang bisa berdiri tegak hanya dengan tenaga satu orang; dibutuhkan harmoni dan ego yang dikesampingkan demi mencapai tujuan bersama.




0 Komentar