Gudep SMAN 2 Banguntapan Sukses Menggelar Bantaro Mini Camp XXVI di Buper Wonolelo

BANTUL -- Gugus Depan Bantul 05.069 - 05.070 Ambalan Diponegoro dan Dewi Sartika pangkalan SMA Negeri 2 Banguntapan sukses menyelenggarakan Bantaro Mini Camp XXVI.

Kegiatan ini merupakan perkemahan susulan bagi Pramuka Penegak kelas 10 yang belum sempat mengikuti agenda utama di Wonogondang beberapa waktu lalu.

Dilaksanakan selama dua hari pada Jumat hingga Sabtu, 12 sampai dengan 13 Juni 2026, esensi kedisiplinan dan tantangan kepramukaan yang disajikan menguji mental serta fisik para peserta di Bumi Perkemahan Wonolelo, Pleret, Bantul.

Rangkaian kegiatan diawali pada siang hari di pangkalan SMAN 2 Banguntapan, di mana seluruh peserta berkumpul untuk melakukan prosesi check-in dan registrasi ulang.

Setelah seluruh administrasi dipastikan lengkap, kegiatan langsung dilanjutkan dengan Apel Pembukaan yang berlangsung khidmat. Apel ini menjadi penanda resmi dimulainya kegiatan sekaligus media pembekalan awal bagi para peserta sebelum menghadapi serangkaian tantangan fisik ke depan.

Sesaat setelah apel selesai, suasana langsung memanas dengan dimulainya agenda "Ekspedisi ID Card". Dalam agenda seru ini, para peserta ditantang untuk mencari tanda pengenal atau ID Card mereka masing-masing yang telah dibawa oleh pengurus Dewan Ambalan.

Dengan posisi Dewan Ambalan yang berpencar di area sekolah, setiap peserta harus berusaha menemukan mereka sekaligus menyelesaikan berbagai tantangan khusus yang diberikan oleh Dewan Ambalan pemegang ID Card tersebut agar bisa mendapatkan hak identitas mereka kembali.

Masih di area sekolah, para peserta kemudian dikumpulkan untuk menerima materi bivak. Pembekalan materi ini sangat penting sebagai teori dasar bagi Pramuka Penegak mengenai teknik bertahan hidup (survival) serta cara mendirikan tempat berlindung darurat yang kokoh di alam bebas menggunakan peralatan seadanya.

Setelah seluruh rangkaian persiapan di sekolah selesai, tantangan sesungguhnya dimulai saat para peserta melakukan long march atau berjalan kaki dari pangkalan menuju Bumi Perkemahan Wonolelo.

Sepanjang rute perjalanan fisik tersebut, para peserta harus melintasi enam pos kecakapan yang menguji berbagai materi kepramukaan, mulai dari materi sandi, kesehatan, pengetahuan umum, kemampuan indra manusia (KIM), kepramukaan, hingga kekompakan yel-yel sangga.

Selain itu, setiap sangga juga diwajibkan untuk membuat peta pita sepanjang jalan sebagai bukti akurasi navigasi lapangan sebelum akhirnya mereka tiba di lokasi perkemahan untuk beristirahat.

Memasuki hari kedua, suasana hangat dan penuh kebersamaan langsung menyelimuti Bumi Perkemahan Wonolelo sejak pagi hari. Setelah menyelesaikan keperluan pribadi, para peserta langsung berkumpul di lapangan utama untuk menyegarkan badan melalui senam pagi bersama.

Keseruan kemudian berlanjut dengan berbagai games kelompok yang dikemas secara asyik dan interaktif, yang bertujuan untuk melatih kerja sama tim, mengasah kepemimpinan, serta mencairkan suasana di antara para peserta susulan.

Seluruh rangkaian kegiatan Bantaro Mini Camp XXVI akhirnya resmi berakhir dan ditutup melalui Apel Penutupan yang melambangkan selesainya masa tempaan para penegak susulan.

Momen mendebarkan yang paling ditunggu-tunggu pun tiba di akhir acara, yaitu pengumuman sekaligus pemberian penghargaan bagi Sangga Terbaik Putra dan Sangga Terbaik Putri, sebelum akhirnya seluruh peserta membubarkan diri dan bertolak kembali ke rumah masing-masing dengan membawa sejuta cerita dan pengalaman berharga.

Pewarta: Mutiara Adelia

Posting Komentar

0 Komentar