BANTUL -- Semangat kepanduan menyelimuti Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari. Gugus Depan Pangkalan Ibnul Qoyyim Putra sukses menggelar Lomba Perkemahan Penegak dan Penggalang (LP3) 2026.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari penuh, mulai tanggal 8 sampai dengan 10 Juni 2026 diawali dengan khidmat melalui sesi Taujihad atau penyampaian nasihat sekaligus pelepasan resmi oleh Pembina Gugus Depan.
Pesan awal ini menjadi fondasi penting bagi seluruh peserta untuk menjalani hari-hari perkemahan dengan menanamkan sportivitas dan mentalitas juara.
Untuk mengukur hasil latihan intensif yang telah dilakukan para peserta di pangkalan, sanggar kerja LP3 2026 mengemas kompetisi ke dalam beberapa paket perlombaan.
Adapun paket tersebut antara lain Paket Kekompakan dengan Giat Prestasi LKBB dan Yel-Yel untuk Menguji kedisiplinan, kekompakan, baris-berbaris, serta kreativitas seni dalam menampilkan yel-yel penyemangat masing-masing regu dan sangga.
Kemudian Paket Keterampilan Kepramukaan difokuskan pada aspek teknik kepramukaan (scout craft) di lapangan, yang meliputi lomba Komunikasi Lapangan (Komlap) serta materi Peta-Peta (peta pita, peta topografi, dan navigasi).
Selanjutnya juga ada Paket Umum yang menguji kesiapan mental dan wawasan melalui lomba PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat) serta ketajaman berpikir dalam Cerdas Cermat Pramuka (CCP).
Selain fokus pada kompetisi di bumi perkemahan, runtutan kegiatan edukatif juga diperkaya dengan agenda luar lapangan pada hari kedua. Sebagian peserta melaksanakan kunjungan literasi ke Perpustakaan Daerah Grhatama Pustaka untuk memperluas cakrawala pengetahuan.
Sementara itu, di tempat terpisah, para pengurus, calon pengurus Dewan Ambalan, serta Pramuka Garuda mengikuti Workshop Dewan Ambalan bersama Kak Bambang Pamungkas guna memperkuat manajemen strategis organisasi dan pemahaman materi kepramukaan yang lebih luas.
Seluruh rangkaian perkemahan akhirnya resmi ditutup pada hari Rabu, 10 Juni 2026 dengan Kak Adam Ali Muhammad selaku Ketua Gugus Depan bertindak sebagai pembina upacara.
"Kegiatan perkemahan ini adalah sarana pembelajaran yang nyata sekaligus momentum untuk membuktikan hasil dari latihan keras yang telah para peserta lakukan selama ini di pangkalan," ujarnya berpesan kepada para peserta.
Di akhir amanatnya, Kak Adam juga menitipkan harapan besar agar setelah perkemahan ini usai, seluruh peserta maupun sanggar kerja tetap konsisten menjaga, merawat, dan mengaplikasikan nilai-nilai kepramukaan yang telah dipelajari selama tiga hari di Babarsari dalam kehidupan sehari-hari.



0 Komentar