KLATEN — Suasana di Bumi Perkemahan Kepurun, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mendadak riuh dan penuh semangat pada Sabtu pagi, 27 Juni 2026.
Sejak pukul 09.00 WIB, ratusan Pramuka Penggalang dari berbagai sudut Kecamatan Banguntapan sudah sibuk memulai agenda paket I yaitu Bangun Dusun.
Dengan cekatan, mereka saling bahu-membahu mendirikan tenda, menata perlengkapan, dan menghias kapling perkemahan yang akan menjadi rumah mereka selama tiga hari ke depan, hingga 29 Juni 2026.
Kegiatan akbar bertajuk Kemah Galang Lomba Tingkat II Kwartir Ranting Banguntapan Tahun 2026 ini digelar bukan tanpa alasan. Perkemahan ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi hasil pembinaan Pramuka Penggalang di gugus depan masing-masing sekolah.
Lebih dari sekadar berkemah, ajang ini dirancang untuk menempa kedisiplinan, kemandirian, dan keterampilan para siswa, sekaligus menjadi wadah seleksi untuk mencari regu terbaik yang akan mewakili Banguntapan ke Lomba Tingkat III di level kabupaten nanti.
Tak heran jika atmosfer kompetisi begitu terasa. Sebanyak 30 sekolah dari tingkat SD hingga SMP se-Kecamatan Banguntapan mengirimkan kontingen terbaik mereka. Secara keseluruhan, ada sekitar 680 peserta yang tergabung ke dalam 79 regu putra dan putri yang siap adu tangkas.
Perjuangan mereka pun terbilang berat. Selama tiga hari pelaksanaan, seluruh regu diwajibkan menyelesaikan total 9 paket perlombaan yang menguji fisik, mental, kerja sama, dan pengetahuan kepramukaan.
Setiap kali sebuah regu berhasil menyelesaikan tantangan dengan baik, panitia akan memberikan wimple, sebuah tanda penghargaan berupa tanda kecil.
Di akhir perkemahan nanti, seluruh wimple yang berhasil dikumpulkan akan diakumulasikan. Regu dengan koleksi wimple terbanyaklah yang berhak menyandang gelar juara dan membawa pulang piala kemenangan untuk sekolah mereka.
Pewarta
Almaneysa Diandra Inggarasti
Editor
Praja



0 Komentar