Pramuka SMKN 1 Sanden Ikut Aksi Bersih Pantai dalam Deklarasi Laut Sehat Bebas Sampah di Pandansimo

BANTUL -- Upaya menjaga kelestarian ekosistem laut dan kawasan pesisir terus diperkuat melalui gerakan bersama yang melibatkan pemerintah dan masyarakat. Deklarasi Laut Sehat Bebas Sampah (Sebasah) yang dirangkai dengan aksi bersih pantai, penanaman cemara laut, serta sosialisasi pengelolaan sampah digelar di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Pantai Pandansimo, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, Kamis (22/10), mulai pukul 06.30 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Pramuka dari SMK Negeri 1 Sanden turut berpartisipasi dalam aksi bersih pantai. Keterlibatan generasi muda ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus penerapan nilai-nilai kepramukaan, khususnya pengabdian kepada masyarakat dan tanggung jawab menjaga kelestarian alam.

Melalui aksi tersebut, anggota Pramuka ikut mendukung upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir dan menumbuhkan kesadaran bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari laut serta mengancam keberlangsungan ekosistem di dalamnya. Partisipasi pelajar juga menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak dini.

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan HUT Ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI itu menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kebersihan laut sekaligus mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.

Aspek edukasi turut menjadi perhatian melalui sosialisasi dan penyadartahuan mengenai pengelolaan sampah. Masyarakat diajak membiasakan pemilahan sampah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Agus Budiraharja, S.K.M., M.Kes., menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya agar tidak terbawa aliran sungai hingga bermuara ke laut.

“Pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah sampah terbawa aliran sungai hingga bermuara ke laut. Karena itu, perubahan perilaku masyarakat, dukungan fasilitas pengelolaan sampah, dan konsistensi seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar gerakan menjaga laut dapat berlangsung secara berkelanjutan,” kata Agus.

Ia menekankan bahwa gerakan menjaga laut perlu dilanjutkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten, mulai dari mengurangi sampah rumah tangga, menjaga kebersihan lingkungan, hingga memastikan sampah tidak berakhir di sungai maupun laut.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Ir. Ahmad Koswara, M.P., menyampaikan bahwa Pantai Pandansimo merupakan salah satu kawasan pesisir Bantul yang memiliki potensi perikanan, pariwisata, dan pengembangan ekonomi masyarakat. Kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam menjaga potensi tersebut agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Menurut data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, timbulan sampah laut mencapai 20 juta ton per tahun, dengan sekitar 80 persen disebut berasal dari daratan, kawasan pantai, dan aktivitas pelabuhan. Sampah nonorganik yang terbawa ke laut dapat mengganggu kehidupan biota laut dan terurai menjadi mikroplastik yang berpotensi mencemari rantai makanan, termasuk ikan.

Karena itu, masyarakat didorong untuk mengendalikan sampah nonorganik dan tidak membuang sampah ke sungai. Edukasi mengenai pengurangan sampah dan perubahan perilaku dinilai penting untuk mencegah pencemaran laut sejak dari daratan.

“Melalui deklarasi, aksi bersih pantai, penanaman cemara laut, dan sosialisasi pengelolaan sampah, kegiatan ini diharapkan memperkuat kesadaran bahwa menjaga laut bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama,” tegasnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana menjadikan Kabupaten Bantul sebagai proyek percontohan Deklarasi Laut Sehat Bebas Sampah. Kegiatan serupa direncanakan berlangsung di 27 kawasan pantai di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperluas gerakan kepedulian terhadap kebersihan laut dan pesisir.

Dengan sinergi pemerintah, masyarakat pesisir, pelaku usaha, pelajar, anggota Pramuka, dan pengunjung pantai, Pantai Pandansimo diharapkan semakin terjaga sebagai kawasan pesisir yang bersih dan lestari, sekaligus mampu mendukung keberlanjutan ekosistem laut serta kehidupan masyarakat Bantul.

Tim Pewarta

Rachmanto
penulis
Kwarcab Bantul
editor

Posting Komentar

0 Komentar