BANTUL -- Semangat gotong royong mewarnai aksi restorasi mata air yang digelar Karang Taruna Dipo Ratna Muda Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Minggu (18/10/2026). Kegiatan di Padukuhan Dukuh ini menjadi bagian dari peringatan Bulan Bakti Karang Taruna ke-66 sekaligus Hari Jadi Kalurahan Guwosari ke-80.
Aksi tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bantul dan Jesica dari Jagad Semesta. Kolaborasi ini menunjukkan keterlibatan pemuda, pemerintah kalurahan, dan komunitas dalam mendukung pelestarian lingkungan, khususnya menjaga keberadaan mata air.
Lurah Guwosari, Masduki Rahmad, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya air, apalagi Kapanewon Pajangan selama 161 hari ini tidak pernah turun hujan, Kawasan terlama di Indonesia.
“Menjaga mata air merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan gotong royong seperti ini, kami ingin mendorong masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan dan bersama-sama menjaga sumber air untuk kebutuhan generasi mendatang,” ujar Masduki Rahmad.
Keterlibatan Pramuka Kwarcab Bantul dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pengamalan nilai-nilai kepramukaan, terutama pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, dan kepedulian terhadap alam.
Kak Rohim dari Pramuka Kwarcab Bantul menyampaikan bahwa kegiatan lingkungan dapat menjadi sarana bagi anggota Pramuka untuk menerapkan nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pramuka tidak hanya belajar tentang kepedulian terhadap alam, tetapi juga perlu mewujudkannya melalui tindakan nyata. Kami berharap kegiatan seperti ini menumbuhkan semangat gotong royong dan kesadaran untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” kata Kak Rohim.
Jesica dari Vlogger Jagad Semesta turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Kehadiran komunitas ini menjadi bagian dari kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat gerakan pelestarian lingkungan.
Menurut Jesica, kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun melalui aksi nyata yang dapat menginspirasi masyarakat luas.
“Pelestarian lingkungan harus dimulai dari kepedulian dan tindakan sederhana di sekitar kita. Kegiatan restorasi mata air seperti ini penting karena mengajak masyarakat untuk terlibat langsung menjaga alam, bukan sekadar membicarakannya,” ujar Jesica.
Restorasi mata air memerlukan upaya berkelanjutan, mulai dari menjaga kebersihan kawasan, mencegah pencemaran, merawat vegetasi di sekitar sumber air, hingga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi air.
Peringatan Bulan Bakti Karang Taruna ke-66 dan Hari Jadi Kalurahan Guwosari ke-80 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Karang Taruna, Pramuka, pemerintah kalurahan, dan komunitas masyarakat.
Melalui aksi di Padukuhan Dukuh, semangat gotong royong menjadi landasan untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan. Kolaborasi berbagai unsur diharapkan dapat mendukung upaya pelestarian mata air agar tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta generasi mendatang.(rch)


0 Komentar